Tampilkan postingan dengan label Realita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Realita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 April 2008

Youtube diblokir.


:sakit: Dari kemarin hingga hari ini kepalaku nyut-nyutan mulu. Badan rada anget-anget kuku kaki dan pandangan berkunang-kunang. Sukur engga sampe di kerubungi lalat. Apalah itu..pokoknya badanku engga nyaman. Brrr.. perut sakit, pala pusing, pandangan berkunang-kunang, punggung panuan, kaki kudisan sedih
Ok..ok, dua item yang terakhir emang hanya fiktif belaka.

Jadi kesimpulannya, mood engga baik.

Trus, hubungannya dengan youtube di blokir? Oh.. emang engga ada hubungan apa-apa sih. Berita tentang sakitnya diriku kan cuman intro, gitu loh.
*Lo kate lagu..pake intro segala

Lalu sekitar setengah jam yang lalu sebelum aku menulis ini, aku sempet chat dengan temenku di YM.
night_rezim: btw, lu tau gak ktnya pemerintah mau blok situs porno.???
night_rezim: masa' sampe youtube juga di blok sih.???
night_rezim: bknnya aku mau liat film porno...
*ah..kau emang tak pengen liat..tapi pengen bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeet kan gelakguling
bla..bla..bla
night_rezim: malah lu tau gak, materi kuliah kami banyakan pake video yg di download dari youtube
glory_nie: parah ya pemerintah
glory_nie: sedih
glory_nie: hal gituan diurusin.. yg namanya teknologi, tiap ari pasti berkembang
glory_nie: blok nya lama2 juga bisa ditembus..
night_rezim: emg sial jak...

Lalu pembicaraan beralih ke hal gak penting lainnya dari rencana hang out ke cafe sampe tawaran kerja di Spore.

Gak penting.. sekarang aku cuman mau komen soal pemerintah yang katanya mau nge-blok situs-situs porno sampe youtube juga ikutan di blok. 1 kata 6 hurup. Goblok !
Duile..pemerintah. Lucu amat. Engga usah jauh-jauh wawancara ke masyarakat deh, temenku aja dah ngerasa dampaknya. Youtube di blok, akibatnya night_rezim jadi engga bisa buka video porno. Eh salah, maksudnya jadi susah nyari bahan pembelajaran buat perkuliahannya. Aku emang engga tau dosennya pake jenis film porno apa buat mengajar -
*deng, salah lagi aku.. ini pasti gara2 kebanyakan nonton video porno. Eh, apaan sih ni jari. kok ngetiknya kata "porno" melulu sih. Dasar otak porno. Lho..lho.. aaarghh.. cut!! cut!!*
Tapi yang aku tau -dan pastinya kalian tau- internet adalah sarana yang sangat memadai buat belajar. Kalo hari ini youtube di blok, engga heran sebulan kemudian wikipedia juga di blok. Atau beberapa waktu kemudian google juga di blok. Setengah tahun kemudian, koneksi internet se-Indonesia di putus buat mencegah para penjahat lihat yang porno-porno di internet lalu memperkosa anak tetangganya. Tahun 2009, kita kembali ke peradaban Majapahit.

Soal pornografi, dunia kelam tanpanya.
Hush !!
Eh, maaf...ini pasti akibat demam. Aku ulangi,
Soal pornografi, ini sudah seperti wabah. Karena menurut hemat saya (cieee..) setiap manusia pasti memiliki sisi porno di dalam dirinya, tak terkecuali MENKOMINFO RI. Sekarang, tergantung bagaimana manusianya mengendalikan dirinya masing-masing. Bagaimana mau mencegah kejahatan-yang-berakibat-oleh-pronografi dengan memblokir situs porno (include youtube) kalau untuk membasmi VCD porno yang harga sekepingnya Rp. 3000 saja engga mampu?? Ksian amat.

Waktu itu pernah terjadi hal serupa. Tindakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah kejahatan berbau pornografi dengan menerbitkan RUU APP. Mengatur tentang gaya berpakaian dll. Masih bisa diterima akal lah, meskipun setelah paginya aku mendengar ribut-ribut soal RUU APP itu di infotainment..siangnya aku nonton buser dan menemukan seorang wanita berpakaian sopan dan tertutup serta berjilbab diperkosa oleh tetangganya.

Sudah kubilang..porno atau engga nya semua tergantung isi otak kita..

So, just wait n see. Mudah-mudahan saja kuping MENKOMINFO RI yang nyaris budeg diprotes engga sia-sia.


Selasa, 01 April 2008

Sama-sama Haram

:sleep:
Hari ini engga seperti biasanya. Awan kelabu menggantung di pagi hari. Persis jemuran basah. *apaan sih?* So, karena perutku sakit dipagi-pagi buta, maka aku bangun buat menunaikan tugas suci di toilet terdekat. Abis itu, balik mo bobo. Sampe di tempat tidur..balik kanan grak. balik kiri grak. Mata tetep melek aja. Uh, engga mau kompromi banget.tension

Akhirnya nyerah. Daripada tergolek di pembaringan kayak hewan kurban, maka aku memutuskan untuk nonton tipi. Mana remotenya..mana remotenya.. setelah kucari dan kucari (tapi tak kunjung kutemui) remote itu dapet. Di bawah kolong tempat tidur. Pencet ON. Pencet 1. RCTI. Apaan nih..iklan Laurier? Ugh.. engga keren banget. Anti berkerut dan anti bocor. Plastik mah juga gitu.
Pencet 2. Global TV. Kartun. Gak selera. Kata mama, nonton kartun pagi-pagi bikin bego. sengihnampakgigi
Pencet 3. TVRI. Lebih alahai lebih emoh lagi.
Pencet 4. Pencet 5. Dapet entah tivi apa. Nonton acara petualangan gitu deh. Lumayanlah.. baru mau benerin bantal, buju buneng..acaranya abis ! ketukmeje

Give up, aku biarin tivi tetep nyala. Oh, ternyata acara selanjutnya berita pagi. Mataku merem. Tapi kupingku tetep awas.
"Selamat pagi para pemirsa. Kita jumpa lagi dalam berita pagi bla bla.." si penyiar suaranya sok cool (apa cool beneran?) Males ah. Nah..ini dia, berita pertamanya. Aku tetep masang kuping dengan mata terpejam.

"Sebuah salon mesum di Padang, Sumatra Barat diamuk masaa. Salon tersebut dilempari dengan botol dan kayu. Bangunannya mengalami kerusakan parah. Warga sekitarpun menjadi takut dan beberapa orang terluka dalam insiden tersebut. Dari semua pelaku adalah kaum lelaki dan mereka mengaku resah dengan adanya salon mesum tersebut........"
hahhah
Mendengar kata "mesum" kuping langsung tegak. Pupil membesar. Mulut berbusa dan badan agak kejang. Betul. Itu gejala awal keracunan sengihnampakgigi

Hush. Kembali ke topik. Salon mesum dihancurin......... dihancurin.......... aku cuman berharap engga ada orang yang berlari keluar dengan setengah telanjang ato telanjang bulat ketangkep kamera.

Mau engga mau aku mikir, kenapa sih segala sesuatu harus pake kekerasan? Kejadian yang terjadi itu malah bikin warga resah. Takut kerusuhan. Bahkan ada beberapa orang yang gak tau apa-apa terluka dan harus di bawa ke rumah sakit. Untung bukan langsung dibawa kerumah duka. Ada apa sih dengan para perusuh itu? Mereka berpikir dengan tulang belakang kali, bukan dengan otak. Tapi kalo masi bisa mikir..kok sampe melakukan tindakan yang engga "berbudaya" seperti itu? Ada apa dengan alat pikir mereka? Emang penderita schizoprenia kah..ato mengalami degradasi daya pikir? who knows..

Munafiknya, yang melakukan perusakan adalah para lelaki. Dan lucunya, semua- ok, aku tekankan lagi : SEMUA pelanggan setia salon mesum cantik itu juga kaum lelaki. Hahahahaahahahahahaha... jadi orang jangan muna' muna' banget deh, bang.. Engga akan ada supply kalo engga ada demand. Dan abis make kalian pura-pura suci dengan gaya marah-marah.
Lagu lamaaa...setan

Diakhir berita, aksi ini berhasil dihentikan setelah polisi dateng dan salon itu nyaris rubuh. Engga ada yang pernah membenarkan pekerjaan "mesum" sebagai sesuatu yang halal. Tapi menghakimi pencuri setelah membeli barang curiannya dengan harga miring juga sama "haram"nya. Iya toh?



Senin, 24 Maret 2008

Mobil Terbang



Liat tuh.. Wooooooww !! Mobil terbaaaaaaaaaaaaaaaaaaang.. siapa sih yang engga pengen sengihnampakgigi.
Alkisah mobil ini di rancang oleh James Milner (klo engga salah, kok namanya mirip pemain sepakbola ya?) dan *rencananya sih* bakalan dijual taun 2010. Ummm..kira2 berapa yah harganya?

Apa ya rasanya naik mobil terbang? Coklat, stroberi ato jeruk? *bahasa yang salah*.
I mean..gimana sih sensasi diterbangkan pake mobil? (lazimnya kan klo terbang pake pesawat, gitu). Moga-moga pas take off n landingnya *emang istilah begitu berlaku buat mobil terbang?* engga bikin perut kaya kehilangan isinya dan telinga budi (budek dikit).

Ayo..ayo..siapa yang mau beli?
Nie mau deh dianter pegi ngedate love pake flying car. Nebeng gitu..hehehe.

Senin, 28 Januari 2008

Sleep tight, Pak Harto..



Saat raga menyerah dan tak mampu lagi memerangkap jiwa yang ada di dalamnya..
Saat itulah segala kebesaran dan kekayaan, prestise dan kekuasaan akan terasa sebagai kesia-siaan belaka. Tetaplah hanya seonggok daging tak bernyawa yang akan tertanam di tanah, jiwa yang melayang kembali menghadap Pencipta..tak di temani emasnya, tak ditemani kekuasaannya..

Setidaknya, itulah yang terpikir olehku saat nonton berita khusus di RCTI kemarin siang. Seluruh stasiun tipi bahkan memberikan tentang kematian mantan penguasa besar negeri ini selama 32 tahun lama. Berita yang diulang ulang itu tak itu saja isinya. Sampai pengumuman akan hari berkabung nasional yang 7 hari lamanya. Dan pagi ini saat aku berangkat kerja, nyaris sepanjang jalan terpasang bendera setengah tiang. Tanda turut berduka yang sedalam-dalamnya.

Ntahlah..ada yang mensyukuri kematiannya -katanya orang jaat, biar cepet-cepet mati aja..astaganaga, kejam amat sih-, ada yang berduka -karena merasa Pak Harto telah menyumbangkan banyak hal kepada negeri ini, ia adalah pahlawan-, ada yang menyesali -katanya belom sempet diadili kok mati duluan-..

Engga bisa kita sangkal, Pak Harto memang telah melakukan banyak hal kepada bangsa kita. Hal yang baik. Hal yang buruk. Dan terkadang, batas antara kebaikan dan keburukan sangatlah tipis.

Yah..Pak Harto, akhirnya tibalah masa mu. Istirahatlah yang tenang. Kini kau memasuki babak kehidupan yang lain. Awal dari suatu kekekalan. Soal kekal dimana, biar Tuhan yang aturkan buatmu..
Sleep tight..




Selasa, 11 September 2007

Sekolah Minggu


Wah...engga terasa uda hari senen lagi.. Uuuh, Monday emang selalu terasa panjang n laaaaama.. (kok jadinya kaya choki-choki aja). Tapi take it easy lah. Just happy..

Itung itung, uda 2 minggu saya engga berjumpa ama anak-anak sekolah minggu yang lucu lucu. Ih, kangen deh..ama Rico, Tasya, Felix, dkk yang selalu tereakin "Kak nie nie........!!!!" begitu melihat muka saya. hehehe... Kira-kira, mereka kangen engga ya ama saya? Hehehehe...

Engga terasa sudah nyaris 2 tahun saya mengambil pe,layanan sebagai guru sekolah minggu di gereja. Awalnya terasa berat juga, hari Minggu yang harusnya bisa bangun siang setelah sibuk selama 6 hari kerja n kuliah malah harus lebih awal dari biasanya. Karena ibadah sekolah Minggu dimulai pukul 7 teng. Maka sebelom jam itu, para guru sekolah minggu udah harus nongol digereja.

Sukacita yang saya dapatkan dari bekerja bagi Tuhan sangat besar.Engga ada capenya deh. Liat anak-anak yang serius mendengarkan cerita tentang Tuhan Yesus yang saya sampaikan, ikutan nyanyi n loncat bersama mereka..bikin hati ini terasa, uum....senaaaang sekali.

Engga sabar deh bisa balik ke sekolah minggu lagi.....

Sabtu, 25 Agustus 2007

Kebaikan Rudy

Wah....akhirnya hari ini hari Sabtu lagi. Waktu bener-bener berjalan tanpa terasa ya. Fyuh... Rasanya semakin banyak saja hari yang terlewati dalam hidup saja tanpa, berlalu begitu saja tanpa sempat saya mengisinya dengan hal-hal yang lebih berharga.

Ada satu kejadian lucu pada minggu ini. Tepatnya hari kamis kemarin. Sepanjang minggu ini hujannn terus. Engga siang engga malem, langit mendung aja..sehingga bawaan menjadi ngantuk, pengen bolak-balik ke toilet n males-malesan aja.

Hari itu, kebetulan Rudy (rekan di kantor) engga tau kesambet jin apaan..mendadak rajin n menguras air bak di toilet buat diisi dengan yang baru. (edan..padahal seingat aku, di surat kontrak kerja sales..engga mencakup pekerjaan mengganti isi air bak toilet, hehe..). Akhirnya sambil bersiul-siul..dilakukanlah pekerjaan itu.

Sejenak telepon berbunyi, sambil bertelepon ria, si Rudy membiarkan air di bak terkuras habis. kira-kira 5 menit kemudian..finish deh telpon-telponannya. Tapi..rupanya niat baiknya ini mencelakakan orang sekantor. Sebab ternyata air ledeng lagi enggak jalan. Huaaaaaaa...

Bisa dibayangkan, orang-orang sekantor engga bisa ke toilet karena "kebaikan Rudy". Mana ari lagi mendung...dingin. Duduz...Lucu juga kalau diingat-ingat. Hari yang betul-betul tidak menyenangkan karena air ledengnya ternyata engga keluar-keluar juga ampe sore.

Setelah puas menahan panggilan alam selama berjam jam dihari mendung, akhirnya saya give up juga. Mau pulang kerumah cuman sekedar buat p*p*s (disensor, hehehe..) kok kayaknya kejauhan banget ya? Setelah menemukan ide terakhir, (oh, thanks God), ide tersebut langsung saya laksanakan dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya (kaya teks proklamasi ajee..maklum masi bawaan semangat 17 agustusan). Ke Mall!!!!!!!

Akhirnya..saya mencatat, pada tanggal 23 Agustus..untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya pergi ke Mall dengan tujuan hanya untuk p*p*s. Hehehehehe...

Yah...itung-itung salah satu rekaman peristiwa yang membuat hidup saya lebih berwarna lah...

NB :Happy weekend aja buat semuanya :)

Rabu, 22 Agustus 2007

Happy Birthday Indonesiaku


17 Agustussss....Merdeka!!! Merdekaa!!!
(uhuk..uhuk.., ini nih yang kebanyakan berteriak merdeka tanpa realisasinya. Ujung-ujungnya yang didapet cuman radang tenggorokan doank.)

Wah, engga terasa ya..uda ke 62 kalinya kita merayakan hari ulang tahun kemerdekaan negeri kita tercinta ini. Dimana-mana pada tanggal 17 sore orang-orang (khususnya kaum laki-laki) pada berlumur lumpur ato oli dsb hasil dari manjat pinang, pukul batal, tangkep bebek n seabgrek perlombaan lucu lainnya yang digelar dikota ini. Semua orang merayakan HUT RI dengan penuh semangat dan kegembiraan, namun makna kemerdekaan bangsa yang sebenarnya semakin lama semakin kabur..dan saya khawatir lama-kelamaan perayaan ini hanya akan menjadi simbolis dan hari berbagi kesenangan, tanpa adanya upaya untuk mempertahankan kemerdekaan tersebut.

Ngomong-ngomong tentang hari ulang tahun, pasti ada donk yang namanya "kado". Kalo seseorang yang kita sayangi berulang tahun, maka kita akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan kado terindah untuknya. Jangan bilang sayang kalo di hari istimewanya, kita tidak mempersembahkan sebuah tanda cinta. Minimal..sun pipi kanan kiri lah, hehehe..

Nah, buat Ibu pertiwi, selamat ulang tahun yang ke enam puluh dua ya. Usiamu semakin tua, namun maaf..kami anak-anakmu belum bisa memberikan hidup masa tua yang indah. Kami belum mampu. Namun..karena kami sayang Ibu, dihari ulang tahun ini..kami ingin memberikan suatu hadiah yang istimewa. Hadiahnya adalah Idah.

Idah, seorang anak korban kekerasan rumah tangga yang terkurung dan tersiksa selama 4 tahun lamanya. Sementara orang-orang diluar sana merayakan hari kemenangan bangsa, ia masi berkutat..berjuang sia-sia sendiri untuk memperoleh kemerdekaannya. Hingga raganya semakin tidak berdaya, kurus..kecil dan lemah.
Maaf Ibunda, inilah hadiah ulang tahun dari anak-anakmu di Kalimantan Barat.
Kami mencintaimu..namun untuk ke 62 kalinya, hanya hadiah kekecewaan yang dapat kami berikan. Doakan saja ditahun-tahun mendatang..kami dapat memberikan hadiah ulang tahun yang lebih berkesan. Pelaku korupsi yang sudah terpenjara, kemiskinan yang sudah diberantas, kedamaian diseluruh pelosok tanah kita..itu juga cita-cita kami.

Kebingungan menyelimuti hati kecil saya.
Apakah benar kita sudah merdeka??




NB : Idah adalah seorang anak korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang kasusnya kini sedang banyak menarik perhatian masyarakat Kalimantan Barat. Lantaran ia anak angkat yang berada dalam satu kelurga bertaraf ekenomi rendah, selama 4 tahun ia mengalami penyiksaan sebelum akhirnya dapat diselamatkan.

Rabu, 18 Juli 2007

Membunuh Impian


Mulai dari Senin lalu, liburan sudah usai. Tahun ajaran baru sudah dimulai. Senin kemarin ketika saya berangkat ke kantor, baru saya sadari betapa sepinya jalanan raya dimusim liburan. Dan kini, jalanan kembali ramai dan macet. Kota seolah hidup kembali dari lengangnya musim liburan.

Kembali ke sekolah setelah sekian lama libur adalah hal yang menegangkan sekaligus menyenangkan. Apalagi bagi yang baru pertama kali menginjak bangku sekolah atau baru memulai tingkat pendidikan selanjutnya di lingkungan sekolah yang baru. Membayangkan akan bertemu teman-teman baru, guru yang baru, lingkungan dan mata pelajaran yang asing menimbulkan suatu sensasi yang luar biasa. Cemas tapi ingin. Setidaknya itu yang saya rasakan dulu.

Berbicara tentang sekolah, Kalimantan merupakan daerah dimana taraf hidup masyarakatnya masih tergolong cukup rendah. Pagi itu, banyak terlihat anak-anak dengan wajah yang semangat dan bergembira berangkat ke sekolah..dengan berjalan kaki tentunya. Meskipun saya yakin tas lusuh yang mereka pakai mungkin bekas kakak atau abangnya dulu, dengan seragam yang kumal yang baju putih yang lebih tepat dikatakan "kuning", semangat mereka untuk belajar tidaklah dikalahkan oleh hal hal demikian. Saya tersenyum oleh semangat mereka.

Namun, koran Pontianak Post yang terbit keesokan harinya tidak membawa kabar yang baik. Disitu diberitakan tiga orang anak yang tidak mampu, yang bersekolah hanya dengan berbekal buku seadanya dan pakaian kumal, diusir pulang oleh pihak sekolah. Bagaimana mungkin lembaga pendidikan yang berkoar-koar untuk mencerdaskan bangsa malahan dalam realitanya membunuh impian anak-anak malang tersebut. Siapa tahu diantara mereka ada yang merupakan calon Habibie di masa mendatang? Atau bakal dokter yang hebat bahkan mungkin calon pemimpin negara yang luar biasa. Demi senilai rupiah saya yakin, lembaga pendidikan telah menutup jalan kesuksesan mereka. Ironis..
Hati saya menangis memikirkannya.



Rabu, 11 Juli 2007

Cerahnya Warna Perbedaan


Saat saya sedang menikmati roti isi cokelat yang dijual seorang anak lelaki kurus cacat mental (rada oon) yang sering lewat di depan kantor, seseorang mengirimi saya selembar foto via YM ketika ia berlibur ke daerah Singkawang.
Itu fotonya ====>

Sepintas foto itu kelihatan biasa saja. Sepertinya itu daerah pertigaan jalan gang. Menggambarkan kehidupan masyarakat sana yang masih rada "ndeso". Jalan yang sepi di hari libur. Dalam foto ini, seakan saya bisa merasakan aroma keramahan masyarakat kota Singkawang.

Satu hal yang menarik bagi saya dari foto itu. Di sana, terdapat sebuah klenteng yang kelihatannya sedang dalam tahap renovasi. Namun keindahan gerbangnya masih terlihat jelas. Merah menyala, warna keburuntungan orang Chinese. Dalam latar belakang klenteng tersebut berdiri kokoh sebuah masjid yang besar dan tak kalah megahnya. Dalam balutan kuning-hijau, warna khas orang Melayu Kalimantan.

Tak terbayangkan ramainya jalan tersebut andaikan pada suatu pertengahan bulan, hari ke-15 pada penanggalan China jatuh pada hari Jum'at. Dimana semua pemeluk Kong Hu Chu berbondong-bondong untuk bersembahyang di Klenteng sementara para musliman dan muslimin beramai-ramai untuk menunaikan shalat Jum'at. Sesak pasti. Namun saya percaya, dua rumah Tuhan tersebut didirikan pada posisi sedemikian rupa pasti sudah melewati berbagai pertimbangan dan pemikiran.

Tak perlu takut adanya kericuhan. Tak perlu khawatir akan keributan. Umat beragama di sana pasti dapat mentolerir satu sama lainnya disana. Dapat bertenggang rasa. Dan bahkan mungkin saling membantu dikala saudara mereka sedang berada dalam suatu hajatan atau berhari raya. Jika tidak, mungkin hanya satu bangunan saja yang bertahan disana.

Lewat selembar foto ini, saya dapat merasakan suasana yang hangat dan mesra. Meskipun di situ tidak tergambar Melayu dan Cina yang saling berpelukan..sudah cukup dengan diwakilkan oleh merahnya Klenteng dan hijau sang Masjid.
Cerahnya dua warna yang menghiasi lingkungan disana, tidak dapat tergantikan oleh lukisan siapapun jua.


Senin, 09 Juli 2007

SBY Datang, PTK Tegang


Hua....SBY dateng !!!

Di kotaku kemaren2 lag dibangun sebuah jembatan tol baru. Beberapa hari yang lalu adalah finishingnya. Dan hari ini adalah peresmiannya. Tak lain dan tak bukan, yang meresmikannya adalah orang nomer siji di negeri ini. Sopo lagi klo bukan SBY.

Hal yang menarik adalah reaksi kota ini. Tegang. Lengang. Sunyi sepi. Saking sepinya tercium aroma bunga kamboja nan menusuk. Kaya kuburan maksudnya..hehehehe. Kota jadi Siaga I. Polisi bertebaran dimana-mana.

Jarak rumah saya dan jembatan baru tersebut sangat dekat. Kalo mau di hiperbolakan, beberapa langkah aja sampe. Jalan depan gang udah di blokir. Sepiiii banget. Sampe2 klo ada yang tiduran ditengah jalan raya pun gak bakalan ketabrak..saking gak ada kendaraan yang lewat.

Foto diatas diambil kemarin sore. Jembatan tol tersebut di sulap sehingga jadi tempat pertemuan yang megah. Coba liat.. sama sekali gak kaya jembatan tol kan? Sebenarnya mo diambil dari jarak deket. Tapi udah banyak polisi berseliweran di situ. Tar bisa-bisa saya dikira teroris. Hahaha...

Ok, Pak SBY..andaikan anda membaca tulisan saya ini..
Yang lucu dari sini adalah perjuangan saya ke kantor. Muter muter kesana kemari. Dimana mana jalan di blokir. Dan akhirnya setelah negosiasi panjang plus tatapan curiga dari PM, saya diijinkan lewat (kantor temapt saya bekerja dan hotel tempat peristirahatan SBY terletak pada satu kompleks). Mungkin setelah tidak menemukan gurat-gurat teroris di wajah saya. Atau barangkali penampilan saya tidak cukup meyakinkan untuk memegang titel "pemberontak negara".

Sip. Tibalah saya dikantor. Saat tulisan ini sedang di ketik, keadaan tetap sepi. Pas di depan kantor ada segerombolan polisi bersenjata. Sesekali saya melirik mereka, kaya patung.
Patung. Patung.

Kamis, 05 Juli 2007

Sepenggal Cerita Anak Jalanan


20:23 WIB. Pontianak hujan rintik.
Saya dan satria* tercinta saat itu sedang bercokol di jalan raya yang dingin. Ramai. Gaduh. Bau (tepatnya ketika melewati area Pasar Flamboyan). Didepan sana sudah lampu hijau. Saya tancap gas 60km/jam pun, teteup engga terkejar. Akhirnya berhentilah disana. Perempatan jembatan Tol-Gama-Tanpur-Imbon.

Ada dua orang anak kecil disana. Yang lebih tua perempuan, dan cowok kecil yang satunya lagi mungkin adiknya. Sebab ia memanggilnya "Kak". Saya enggak tau apa memang budaya anak jalanan yang serba akrab karena merasa senasib sepenanggungan, atau memang itu kakaknya. Entahlah. Malas buat berpikir lebih lanjut saat itu.

Mereka menyodorkan kaleng kosong ke arah saya. Saya cuman menggeleng kecil. Bukannya pelit, tapi bagi saya saat itu cukup repot untuk membuka tas sementara sebentar lagi lampu hijau akan menyala. Melihat gelengan saya, mereka segera berlalu. Tanpa ekspresi.

Anak-anak jalanan cukup banyak berseliweran di sekitar lampu merah kota Pontianak. Kulit mereka hitam pekat. Rambutnya kering, kuning. Dihighlight langsung oleh matahari. Pakaiannya tidak layak lagi, terlihat tipis dan kumal.. Apa yah kata yang tepat untuk mereka.. Kasihan?
Iba memang. Pernah saya lihat seorang anak jalanan yang numpang tidur di ruangan mesin ATM. Tak beralas. Hanya berbantal tangan. Dikesempatan lain, saya melihat seorang bapak (kelihatannya orang Batak) yang dimintai uang oleh mereka. Tapi bukannya uang yang didapat, hardikan "Enak aja...Minta sama pemerintah !!!!" yang mereka peroleh. Padahal sang bapak kelihatan rapi, kaya dan berpendidikan.

Masalah anak jalanan memang sudah semestinya ditangani baik-baik oleh pemerintah kita. Namun sayang, saat ini hanya kaor-koar pidato mereka saja yang terdengar. Realisasinya belum terlihat. Apakah anak-anak jalanan ini yang sukar diatur atau pemerintah yang hanya "mbulak"** saja? Cuman intern mereka yang tahu..

Eniwei..soal bapak Batak yang menghardik tadi, saya engga tau mau menyalahkan dia atau tidak. Mungkin saja dia keseringan dimintai uang oleh anak-anak tadi, sehingga udah bosen. Atau memang gaya bicaranya yang kasar tapi sebenarnya hatinya.. (Tuhan yang tahu klo soal ini).
Bingung ah...kapan-kapan kita tanyain orang Batak.......


*Motorku
**Berbohong